Haid Sebulan 2 Kali Apakah Normal? Cek Dampaknya bagi Tubuh!
Sebagian besar wanita pasti akan mengalami siklus menstruasi. Pada umumnya terjadi sejak usia 10-15 tahun, tapi terkadang ada yang lebih cepat dan lebih lambat dari itu.[1] Frekuensinya pun berbeda-beda, tapi normalnya satu kali sebulan. Lalu, bagaimana jika Anda haid sebulan 2 kali?
Karena siklus yang dianggap normal adalah satu bulan sekali, tidak sedikit orang yang panik saat datang bulan dua kali. Ketahui apakah berbahaya jika menstruasi 2 kali dalam sebulan, penyebabnya, dan dampaknya bagi tubuh di bawah ini!
Mengenal Bagaimana Siklus Haid Normal

Siklus menstruasi, yang terkenal juga dengan istilah haid atau datang bulan, adalah hal normal bagi orang yang memiliki rahim. Hal ini adalah bagian dari sistem reproduksi dan berlangsung antara 24-38 hari.[2] Tapi, ada juga beberapa orang yang punya siklus lebih pendek dan lebih panjang dari orang lain.
Pada awal siklus, otak dan ovarium akan mengirimkan sinyal pada hormon untuk menebalkan lapisan rahim. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan kehamilan. Apabila kehamilan terjadi, sel telur dapat ditanamkan ke dalam lapisan rahim. Tapi jika kehamilan terjadi, lapisan tersebut akan luruh atau rontok.
Peristiwa inilah yang melatar belakangi munculnya darah saat menstruasi. Darah dan beberapa jaringan rahim akan mengalir menuju serviks sebelum keluar melalui vagina. Umumnya hal ini akan terjadi dalam waktu 2-7 hari, tapi ada beberapa orang yang lebih cepat dan lebih lama dari itu.[3]
Penyebab Haid Sebulan 2 Kali

Meskipun ada acuan normal, namun faktanya siklus ini tidak konstan. Beberapa orang mengeluhkan haid tidak teratur, ada yang haid sebulan 2 kali tapi sedikit, 2 kali dan volumenya banyak, bahkan telat haid selama 2 bulan atau lebih.
Khusus untuk Anda yang mengalami dua kali siklus dalam satu bulan, berikut adalah beberapa pemicunya!
1. Siklus Pendek
Pada dasarnya, penyebab menstruasi 2 kali dalam sebulan pada remaja maupun pada dewasa yang paling umum adalah karena siklus pendek. Anda dapat menghitungnya sejak hari pertama darah muncul. Lalu, hitung berapa hari sampai darah kembali muncul.
Asumsikan darah pertama kali keluar pada tanggal 2 Januari. Jika darah kembali muncul pada tanggal 25 Januari artinya siklus Anda berlangsung selama 24 hari dan termasuk siklus normal. Jadi, tidak ada bahaya apa pun yang perlu Anda khawatirkan. Terlebih jika frekuensi tidak terlalu sering.
Apabila tidak ada keluhan lain selain symptom datang bulan pada umumnya, Anda tidak perlu datang ke dokter karena tidak berbahaya. Pada umumnya terjadi saat remaja karena masih masa-masa pubertas. Jadi, jika Anda ingin tahu apakah haid sebulan 2 kali normal pada remaja, jawabannya adalah iya.
2. Perubahan Berat Badan
Jika Anda sedang diet ketat, terlalu banyak makan, atau sakit hingga berat badan naik/turun drastis, masalah ini juga bisa muncul. Sebab, sadar atau tidak, berat badan sangat berpengaruh pada frekuensi haid. Hal ini karena gangguan hormonal dan metabolisme yang membuat proses ovulasi terganggu.[4]
Biasanya, orang-orang yang punya body mass index normal memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur. Sedangkan jika body mass index rendah atau tinggi, siklusnya bisa terganggu. Akibatnya antara datang bulan terlalu cepat atau terlalu lama dari hitungan normal.
3. Perubahan Hormon Akibat Stress dan KB
Ternyata, stress juga bisa memicu siklus yang lebih panjang atau lebih pendek. Hal ini karena ada disrupsi pada hormon yang membuatnya tidak berjalan seperti biasanya. Jadi, antara Anda telat haid atau mengalaminya lebih dari sekali dalam satu bulan.[5]
Disrupsi hormon akibat KB juga memiliki efek samping serupa. Tapi, karena KB berfungsi untuk menunda menstruasi, biasanya siklusnya lebih panjang. Jadi, lebih sering telat haid daripada haid 2 kali.
4. Masalah Kesehatan Reproduksi
Beberapa masalah kesehatan pada sistem reproduksi juga bisa memicu anomali ini. Contohnya seperti fibroid rahim, sindrom ovarium polikistik, radang panggul, gangguan tiroid, endometriosis, dan masalah lain yang sejenis.
Kapan Harus Waspada?

Meskipun pada kebanyakan kasus situasi ini normal, namun pada beberapa kasus lain hal ini bisa membahayakan. Jika haid 2 kali sebulan tapi tidak sakit, Anda tidak perlu khawatir dan tidak harus pergi ke dokter.
Tapi Anda harus waspada jika ada tanda-tanda berikut!
-
Intensitas kram perut parah.
-
Terasa sakit hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
-
Warna darah kehitaman atau warna-warna tidak biasa lain.
-
Siklus terulang sebelum 21-24 hari.
-
Mengalami siklus pendek secara berturut-turut dengan frekuensi yang terlalu sering.
Dampak Haid Tidak Teratur bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Pada dasarnya, ada banyak dampak yang bisa Anda rasakan jika siklus haid tidak terlalu. Apabila terlalu sering, Anda jadi rentan terkena anemia. Selain itu, ada disrupsi hormon yang punya efek jangka panjang. Pasalnya, jika dibiarkan, Anda bisa saja sulit hamil di masa depan.
Jadi, segera cari tahu cara mengatasi haid 2 kali sebulan, yaitu dengan olahraga teratur, makan makanan bergizi, dan konsumsi Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan. Racikan jamu ini terbuat dari bahan herbal dan bermanfaat untuk melancarkan siklus haid.
Jadi, jika haid sebulan 2 kali atau terlambat beberapa bulan, Anda bisa mengonsumsi jamu yang terbuat dari kunyit, asam, guarana, delima, jahe, dan kencur ini. Cukup konsumsi 1-2 botol sehari 3 hari sebelum, selama, dan sesudah datang bulan agar ke depannya lebih teratur!
Share this post
Related Posts
11 Solusi Aman untuk Melancarkan Haid tanpa Efek Samping
Fakta-fakta Penting Menstruasi (Haid) yang Harus Anda Ketahui
15 Cara agar Cepat Haid untuk Menstruasi Kembali Teratur
Gejala Pra-Haid: 15 Tanda-Tanda Haid yang Tak Boleh Diabaikan
15 Cara Meredakan Nyeri Haid: Panduan Lengkap untuk Wanita
Komentar
Arsip
Topics
- Daya Tahan Tubuh
- Mata
- Stamina
- Vitamin
- Radikal Bebas
- Antioksidan
- Susu Jahe
- Jahe
- Peredaran Darah
- Khusus Dewasa
- Asam Urat
- Batuk Pilek
- Flu
- Anak Anak
- Kunyit Asam
- Bilberry
- Empon Empon
- Maag
- Diet
- Autoimun
- Kolesterol
- Masuk Angin
- Asam Lambung
- Sariawan
- Keputihan
- Jerawat
- Pegal dan Linu
- Panas Dalam
- Darah Tinggi
- Haid
- Kanker
- Insomnia
- Demam Berdarah
- Ibu Menyusui
- Hormon Testosteron
- Disfungsi Ereksi
- Disfungsi Seksual
- Hormon Wanita
- Sakit Perut
- Perut Kembung
- Olahraga
- Ambeien
- Wasir
- Kesehatan Pria
- Nafsu Makan
- Gangguan Lambung
- Kesehatan
- Liver
- Hati
- Hepatitis
- Batuk
- Badan Lemas
- Kesehatan Tulang
- Kesehatan Kulit
- Otak
- Jantung
- Otot
- Promil
- PMS
- Reward Point
- Lemak
- Gula Darah
- Kulit Gatal
- Sakit Pinggang
- Berat Badan
- Kesehatan Pencernaan
- Encok
- Sakit Sendi
- Ibu Hamil
- Bayi
- Bersalin
- Menghangatkan Badan
- Mual
- Tenggorokan
- Pernafasan
- Buang Air Kecil
- Keringat Dingin
- Sakit Kepala
- Demam Salesma
- Badan Meriang
- Buang Air Besar
- Stress
- Gelisah
- Kesehatan Wanita
- Diabetes
- Vertigo
- Kencing Manis
- Demam
- Muntah
- Metabolisme
- PCOS
- Bau Badan
- DOMS
- Sendawa
- Collagen

Masuk