sido renewal decor shopee 1200x600.jpg
banner anak sehat website.png
jamoe lifestyle shopee 1200x600.jpg
web.png
Produk Pilihan
Lihat Semua
21%
Rp.107.972
Rp85.135
Stok : 356 (Tersedia)
22%
Rp.114.828
Rp89.999
Stok : 213 (Tersedia)
23%
Rp.91.183
Rp69.999
Stok : 297 (Tersedia)
25%
Rp.145.893
Rp109.999
Stok : 132 (Tersedia)
Brand
Tolak Angin
Tolak Angin Anak
Tolak Linu
Sido Muncul Natural
Kuku Bima Energi
Esemag
Vitamin C 1000
Semua Produk
Lihat Semua
21%
Rp.53.294
Rp42.023
Stok : 6 (Tersedia)
18%
Rp.57.865
Rp47.187
Stok : 4 (Tersedia)
27%
Rp.159.447
Rp115.999
Stok : 25 (Tersedia)
47%
Rp.289.422
Rp152.999
Stok : 14 (Tersedia)
49%
Rp.277.822
Rp142.999
Stok : 7 (Tersedia)
29%
Rp.81.053
Rp57.609
Stok : 3 (Tersedia)
34%
Rp.252.891
Rp165.999
Stok : 20 (Tersedia)
17%
Rp.160.062
Rp132.291
Stok : 11 (Tersedia)
43%
Rp.308.136
Rp175.999
Stok : 2 (Tersedia)
37%
Rp.305.955
Rp191.727
Stok : 0 (Kosong)
25%
Rp.267.151
Rp200.900
Stok : 2 (Tersedia)
30%
Rp.80.907
Rp56.345
Stok : 2 (Tersedia)
32%
Rp.98.070
Rp66.440
Stok : 1 (Tersedia)
46%
Rp.84.720
Rp45.420
Stok : 8 (Tersedia)
64%
Rp.62.360
Rp22.710
Stok : 6 (Tersedia)
Artikel
Lihat Semua
2022-09-20

“Kehujanan kemarin jadi masuk angin deh sekarang.”

Anda pasti sering mendengarnya atau bahkan Anda sendiri yang mengatakannya. Bahkan saat kecil Anda mungkin sering dilarang bermain hujan karena takut jatuh sakit setelahnya. Memang, banyak orang yang menganggap bahwa hujan bisa menyebabkan orang mengalami sakit, seperti demam, flu, batuk, meriang, dan sebagainya. Namun, benarkah hujan memang mendatangkan penyakit?

Pengaruh Hujan dengan Penyakit

Sebenarnya yang membuat Anda sakit bukanlah hujan tetapi memang hujan secara tidak langsung bisa berpotensi menyebabkan hal tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasannya.

Ketika hujan atau cuaca sedang dingin, maka suhu tubuh akan ikut menurun. Kondisi ini akan membuat daya tahan tubuh Anda melemah sehingga lebih rentan terpapar virus maupun bakteri penyebab penyakit. Padahal, pada saat musim hujan kelembapan lingkungan juga cenderung rendah. Dalam kondisi lingkungan seperti ini, bakteri dan virus mampu bertahan lebih lama di udara. Dengan daya tahan tubuh yang lemah ditambah dengan mampu bertahannya virus dan bakteri, bukan hal yang aneh jika Anda lebih mudah terserang penyakit saat musim hujan.

Selain itu, rendahnya daya tahan tubuh akan membuat kemampuan tubuh melawan infeksi juga lebih rendah sehingga lebih rentan lagi jatuh  sakit. Terlebih jika kondisi cuaca dingin cukup ekstrem sehingga suhu tubuhmu berada di bawah normal atau mengalami hipotermia, maka hal ini akan lebih berbahaya lagi.

Tidak hanya itu, kondisi lingkungan yang basah dan banyak genangan air kotor akibat hujan juga semakin meningkatkan risiko Anda sakit. Seperti alergi kulit akibat terkena genangan air dan juga penyakit akibat gigitan nyamuk seperti chikungunya dan DBD (demam berdarah dengue).

Menjaga kesehatan saat Musim Hujan

Berbagai hal di atas membuat Anda harus lebih waspada ketika musim hujan tiba agar tidak terserang penyakit. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Gunakan payung atau jas hujan

Saat Anda harus keluar pada waktu hujan, pastikan Anda menggunakan jas hujan atau payung untuk melindungi diri. Meskipun air hujan tidak membuat Anda sakit, tetapi jika pakaian Anda basah maka suhu tubuh akan menurun dan berdampak pada daya tahan tubuh.

  • Segera mandi

Baik kehujanan atau tidak, sebisa mungkin segerakan mandi saat Anda sudah sampai ke rumah. Dengan begitu dapat mencegah turunnya suhu tubuh akibat terpapar udara dingin dari luar.

  • Jaga kebersihan

Rajinlah mencuci tangan terutama saat Anda akan baru dari luar rumah atau akan makan sesuatu. Sebab cara paling mudah bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh adalah melalui tangan yang kotor dan mengontaminasi makanan yang dikonsumsi. Selain itu, usahakan agar tetap mandi 2 kali sehari untuk menjaga kebersihan tubuh meskipun Anda tidak berkeringat.

  • Jaga suhu tubuh tetap stabil

Cuaca hujan akan membuat suhu udara menjadi dingin. Sebaiknya gunakan pakaian yang hangat untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Untuk Anda yang tidak begitu kuat dengan suhu dingin, hindari mandi menggunakan air dingin agar suhu tubuh tetap terjaga.

  • Jauhi sumber penyakit

Maksudnya, disarankan agar Anda tidak berada di dekat orang yang jelas sedang menunjukkan gejala sakit, seperti batuk atau bersin. Sebab, penyebab utama kedua penyakit tersebut adalah paparan bakteri yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin.

  • Tingkatkan daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat akan membuat tubuh Anda mampu melawan berbagai hal yang berpotensi mengancam tubuh, seperti virus dan bakteri. Anda bisa meningkatkannya melalui makanan yang dikonsumsi, tetap aktif bergerak selama musim hujan, dan mengonsumsi suplemen jika diperlukan.

Jika Anda mulai merasakan tubuh kurang nyaman setelah kehujanan, maka Anda mungkin saja mengalami gejala masuk angin. Sebagai langkah awal mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi Teh Tolak Angin dari Sido Muncul. 

Teh Tolak Angin merupakan produk baru dari Sido Muncul untuk memberikan cara baru mengonsumsi tolak angin. Kemasannya berupa botol dengan kandungan berbagai bahan herbal yang dikemas secara higienis sehingga aman dan mudah untuk dikonsumsi. Anda bisa membelinya di AEON, Borma, Gramedia atau beli online via www.sidomunculstore.com atau Official Store Sido Muncul di Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada dan JD.id.

Nah, jadi sudah jelaskan bagaimana pengaruh hujan dan penyakit yang sering menyerang tubuh? Semoga informasi di atas dapat membantu Anda tetap sehat pada saat musim hujan tiba, ya!

2022-09-15

Kalau mau dibandingkan dengan laos, jahe, ataupun kencur, nama lempuyang mungkin tidak begitu populer di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Soalnya, rempah-rempah satu ini tidak terlalu sering digunakan sebagai bumbu masak. Hanya saja, lempuyang sebetulnya awam sekali digunakan dalam komposisi obat atau minuman herbal lantaran memiliki banyak khasiat. Jika Anda ingin tahu apa itu lempuyang serta manfaatnya, yuk, simak informasi lengkapnya dalam artikel ini!

Apa itu Lempuyangan?

Lempuyang (Zingiber zerumbet) adalah tanaman rempah yang berasal dari genus atau kelompok yang sama dengan laos, jahe, juga kencur. Uniknya, tumbuhan ini memiliki bunga merah cerah yang cantik. Inilah kenapa lempuyang lebih sering dijadikan tanaman hias, alih-alih tanaman herbal, oleh banyak orang.

Menurut sejumlah riset, tanaman herbal ini memiliki kandungan zat zerumbone yang punya efek antioksidan, antibakteri, dan antikanker (Alodokter). Bukan itu saja, lempuyang juga kaya akan berbagai zat dan nutrisi, seperti antioksidan polifenol dan flavonoid, karbohidrat, protein, serat, kalium, magnesium, kalsium, dan vitamin C.

Manfaat Lempuyangan bagi Kesehatan

Beragam kandungan zat dan nutrisi di atas membuat lempuyang dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, seperti:

  • Menghambat pertumbuhan sel kanker

Manfaat pertama lempuyangan untuk kesehatan adalah sebagai agen penghambat pertumbuhan sel kanker. Khasiat ini bisa dimiliki lempuyang karena kehadiran zat zerumbone, yang bersifat antikanker, dalam tubuh tanaman herbal ini. Klaim ini juga sudah didukung oleh berbagai riset laboratorium yang menunjukkan bahwa ekstrak lempuyang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

  • Mengontrol kadar gula darah

Mengontrol kadar gula darah adalah satu contoh kebiasaan baik yang perlu dilakukan oleh semua orang; terutama penderita diabetes. Pasalnya, kenaikan kadar gula darah bisa membuat seseorang mudah haus dan lapar, mudah lelah, mudah sakit kepala, merasa pandangan kabur, sulit berkonsentrasi, hingga sulit menyembuhkan luka. Pada pengidap diabetes, kondisi ini bahkan bisa memicu kerusakan organ tubuh ataupun saraf.

Nah, tanaman herbal ini memiliki khasiat untuk membantu pengontrolan kadar gula darah dalam tubuh dan penjagaan level kadar gula darah agar tetap stabil. Artinya, lempuyang punya potensi sebagai obat herbal yang dapat mencegah resistensi insulin dan diabetes.

  • Mencegah dan mengatasi pertumbuhan mikroba

Satu penelitian lain menemukan bahwa ekstrak rimpang lempuyang wangi – salah satu subspesies lempuyang – mengandung sifat antibakteri yang berpotensi untuk mengobati sejumlah penyakit infeksi.

Dilansir dari laman Hello Sehat, hasil uji skrining tersebut menunjukkan adanya efek positif terhadap bakteri Bacillus subtilis, yang dapat menyebabkan meningitis, endokarditis, infeksi mata, dan lainnya. Di samping itu, ekstrak tanaman herbal ini pun terlihat dapat membasmi dan menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus.

  • Meringankan nyeri sendi

Selain beberapa sifat anti- di atas, lempuyang juga ternyata memiliki sifat anti radang alami sekaligus efek anti nyeri. Kedua khasiat ini membuat lempuyang efektif untuk meredakan nyeri, termasuk nyeri sendi yang umum terjadi akibat adanya peradangan pada sendi. Manfaat ini jugalah yang membuat lempuyang digunakan sebagai salah satu komposisi Teh Tolak Angin, ramuan herbal masuk angin yang dapat pula meredakan nyeri dan pegal-pegal.

                  Setelah mengetahui apa itu lempuyang serta manfaatnya, apakah Anda tertarik untuk mencicipi dan merasakan khasiatnya? Tenang saja, Anda dapat memperolehnya melalui Teh Tolak Angin yang diolah secara higienis untuk menyegarkan tubuh sekaligus memberikan manfaat kesehatan.[Dewi1]  Tidak hanya itu, untuk Anda yang sedang mengalami gejala masuk angin, mengonsumsi The Tolak Angin juga bisa membantu mengatasinya.

                  Dengan komposisi lempuyang, laos, cabe jawa, temulawak, teki, meniran, daun sembung, jahe, kencur, pulasari, adas, dan ginseng, ramuan herbal tradisional ini dapat menyegarkan tubuh serta meredakan linu, nyeri, sakit pinggang, dan pegal-pegal.

Anda dapat membeli produk ini di toko obat, apotek, modern outlet, atau beli online via www.sidomunculstore.com atau Official Store Sido Muncul di Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada, dan JD.id.

2022-09-05

Bukan makan namanya kalau belum makan nasi.

Ini adalah anggapan banyak orang Indonesia. Hal yang wajar memang, karena nasi merupakan salah satu makanan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Inilah yang terkadang membuat orang tua merasa khawatir ketika anaknya belum makan nasi sama sekali dalam satu hari. Apalagi jika anak sampai benar-benar menolak makan nasi hingga beberapa hari.

Penyebab Anak Menolak Makan Nasi

Semakin bertambah usia anak, maka ia mulai bisa mengenal rasa sehingga bisa menentukan sendiri makanan favoritnya dan yang tidak disukainya. Bisa saja suatu saat anak hanya mengonsumsi satu jenis makanan dan pada saat lainnya anak justru menolak makanan tersebut. Termasuk juga untuk nasi, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab anak menolak makan nasi, di antaranya:

  • Anak lebih menyukai rasa yang kuat sementara nasi memiliki rasa yang tawar
  • Anak tidak menyukai tekstur nasi yang lembek
  • Bosan makan nasi setiap hari dan ingin mencoba makanan baru

Mengatasi Anak yang Menolak Makan Nasi

Memang nasi merupakan salah satu makanan pokok yang mengandung nutrisi penting bagi tubuh, yaitu karbohidrat serta beberapa vitamin lainnya. Sebagai sumber karbohidrat utama bagi tubuh, hal yang wajar jika Anda merasa khawatir saat anak menolak makan ini. Namun sebenarnya, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena Anda bisa mengatasinya dengan memberikan sumber karbohidrat lain.

Berikut ini adalah beberapa sumber karbohidrat lain yang bisa Anda jadikan alternatif pengganti nasi, yaitu:

  • Kentang

Ini merupakan makanan pengganti nasi yang sudah sangat umum di Indonesia. Bahkan beberapa makanan cepat saji terkadang menawarkan mengganti menu nasi dengan kentang. Kentang memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibanding nasi sehingga lebih baik bagi kesehatan pencernaan. Namun sebaiknya, batasi konsumsi kentang yang diolah dengan cara digoreng karena kandungan minyak pada makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan anak.

  • Ubi

Umbi-umbian ini juga cukup sering dijadikan sebagai pengganti nasi. Selain mengandung karbohidrat, ubi juga mengandung beta karoten dan juga berbagai vitamin seperti vitamin A, B6, dan vitamin C. Namun, konsumsinya harus dibatasi agar tidak berlebihan karena ubi mengandung asam oksalat dan kalsium yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, berpotensi menyebabkan batu ginjal serta masalah kesehatan lainnya.

  • Singkong

Selain ubi, singkong juga bisa menjadi sumber karbohidrat utama. Bahkan, mulai banyak yang menyarankan untuk melakukannya karena singkong memiliki indeks glikemik lebih aman dibanding nasi. Selain itu, singkong juga mengandung vitamin C dan merupakan sumber pati resisten yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan membantu memelihara bakteri baik dalam sistem pencernaan.

  • Jagung

Jagung bisa menjadi alternatif pengganti untuk nasi karena tinggi karbohidrat dan serat, sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Selain itu jagung juga kaya akan vitamin B6 dan B9 sebagai sumber energi. Namun sama halnya dengan ubi, Anda sebaiknya membatasi konsumsi jagung pada anak khususnya jika memiliki riwayat diabetes. Sebab meskipun jagung dipercaya dapat membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi jika dikonsumsi berlebihan bisa berdampak sebaliknya.

Jika anak menolak makan nasi karena memang nafsu makannya yang sedang menurun, maka Anda bisa mengatasinya dengan memberikannya vitamin anak yaitu Anak Sehat dari Sido Muncul. Suplemen herbal ini bisa Anda dapatkan di toko obat, apotek, modern outlet , atau beli online via www.sidomunculstore.com atau Official Store Sido Muncul di Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada, dan JD.id.

Setelah mengetahui informasi di atas, Anda jangan khawatir lagi ya jika anak menolak nasi. Sebab ternyata masih banyak makanan pengganti nasi lainnya yang justru lebih sehat daripada nasi.

Kategori