5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Haid Paling Efektif
Datang bulan adalah hal yang normal untuk wanita, yang umumnya dimulai sejak usia 10-16 tahun.[1] Anda mungkin mengenalnya juga dengan istilah haid dan menstruasi. Meski normal, tapi beberapa orang mengeluhkan kram di puncak siklusnya. Jadi, tidak heran jika mereka ingin tahu cara mengatasi kram perut saat haid.
Alasan kenapa perut kram saat haid umumnya akibat aktivitas hormon prostaglandin di tubuh Anda. Hormon ini memicu kontraksi dan membantu melepaskan lapisan rahim (endometrium) saat menstruasi. Tapi, di saat bersamaan eksistensinya juga bisa menimbulkan nyeri dan kram.[2]
Selain alasan utama di atas, ada beberapa kondisi lain yang membuat kram perut muncul, seperti fibroid rahim, endometriosis, radang panggul, adenomyosis, dan stenosis serviks. Anda bisa mengatasinya dengan tips-tips yang paling efektif berikut!
1. Manfaatkan Kompresan

Ketika mengalami kram, kompresan hampir selalu berhasil mengatasi sumber masalahnya. Anda pun dapat melakukannya saat mulai merasakan dismenore. Coba gunakan botol, hot packs, kompresan handuk, atau cara lain. Cukup letakkan di atas perut selama beberapa menit hingga rasa sakitnya hilang.
Beberapa wanita juga mengaku baikan setelah mereka menegak air hangat.[3] Jadi, jangan lupa untuk banyak minum. Selain sebagai cara mengatasi kram perut saat haid secara alami dan aman, minum air hangat juga dapat membuat Anda terhidrasi. Ini penting agar Anda bisa tetap fit selama datang bulan.
2. Olahraga

Ternyata, menggerakan tubuh juga bisa mengurangi dismenore. Hal ini karena saat olahraga tubuh akan memproduksi beta-endorfin, terkenal sebagai “morfin manusia” yang menghasilkan pereda nyeri. Senyawa ini membantu membakar hormon prostaglandin dengan lebih cepat daripada biasanya.[4]
Jika tidak terbiasa dengan olahraga berat, bisa mulai dari yang mudah seperti jogging atau naik sepeda. Opsi lainnya adalah main badminton, basket, padel, tenis, dan lain-lain jika ingin lebih menyenangkan. Apabila ingin yang lebih rileks tapi tetap bisa meredakan nyeri, coba peregangan atau yoga.
Namun, penting untuk dicatat jika olahraganya tidak boleh berlebihan. Jika porsinya terlalu banyak daripada biasanya, Anda mungkin akan saja mengalami kram di bagian tubuh lain seperti otot dan tendon kaki.
3. Pijat Lembut

Jika Anda bertanya-tanya apakah perut kram saat haid normal, maka jawabannya adalah iya. Selama Anda bisa beraktivitas normal seperti biasa, maka pijatan lembut saja sudah cukup untuk mengatasinya. Hal ini karena pijatan bisa menenangkan, membuat Anda lebih rileks dan damai tanpa stres berlebihan.
Selain itu, terapi pijat juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan meringankan ketegangan otot di sekitar perut, punggung, dan pinggul. Hal ini akan sangat membantu karena rasa sakit biasanya datang dari kontraksi otot. Tapi, pastikan Anda memijatnya dengan hati-hati dan lembut.
Pada umumnya, letak kram perut saat haid ada di bagian antara pusar dan tulang vagina. Karena itu, coba fokus ke sana sambil pijat area lain sesuai kebutuhan, seperti pinggang, pinggul, punggung, dan lainnya. Sebab, terkadang bukan hanya perut yang terasa nyeri.
Cara ini efektif sebagai cara mengatasi sakit perut saat haid hari pertama yang biasanya lebih intens dari hari-hari lainnya. Cukup beri pijatan lembut selama kurang lebih 10 menit setiap kali terasa kram dan sakit.
4. Santap Masakan Sehat

Sadar tidak sadar, konsumsi makanan juga bisa memengaruhi rasa sakit dan kram saat menstruasi (dismenore). Berdasarkan penelitian di Jepang, wanita yang kurang mengonsumsi protein hewani, asam lemak, dan vitamin mengalami dismenore yang lebih parah.[5]
Karena itu, Anda harus rajin mengonsumsi makanan bergizi di setiap saat, terutama saat sedang haid. Pastikan gizinya seimbang, terutama protein, vitamin, serat, dan mineral seperti:
-
Salmon
-
Pisang
-
Yogurt
-
Sayuran hijau (sawi, bayam, brokoli, dan lain-lain)
-
Kacang-kacangan (almond, kacang mede, kacang tanah, dan lain-lain)
-
Cokelat
-
Alpukat
Sebagai cara menghilangkan sakit perut saat haid secara alami dan cepat, konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti teh jahe, teh chamomile, dan lain-lain. Sebaiknya, hindari minuman tidak sehat seperti kafein, alkohol, soda, dan seterusnya.
5. Konsumsi Obat Khusus Pereda Nyeri

Dismenore juga bisa diredakan dengan obat analgesik atau pereda nyeri. Jika Anda pergi ke rumah sakit atau klinik, biasanya dokter akan meresepkan obat anti-inflamasi (NSAID), misalnya seperti ibuprofen, paracetamol, dan lain sebagainya.
Namun, jika ingin lebih aman, Anda bisa memilih alternatif herbal. Contohnya seperti Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan yang memuat kunyit, asam, guarana, delima, kencur, dan jahe. Kandungannya memuat senyawa aktif kurkumin yang bisa meredakan kram dan gejala dismenore lainnya.[6]
Sebagai salah satu cara mengatasi kram perut saat haid, Anda bisa mengonsumsi 1-2 botol produk ini per hari. Berdasarkan aturan pakai, bisa dari 3 hari sebelum menstruasi hingga selesai. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo temukan produknya di Sido Muncul Store atau e-commerce dan beli sekarang juga!
Share this post
Related Posts
11 Solusi Aman untuk Melancarkan Haid tanpa Efek Samping
Fakta-fakta Penting Menstruasi (Haid) yang Harus Anda Ketahui
15 Cara agar Cepat Haid untuk Menstruasi Kembali Teratur
Gejala Pra-Haid: 15 Tanda-Tanda Haid yang Tak Boleh Diabaikan
15 Cara Meredakan Nyeri Haid: Panduan Lengkap untuk Wanita
Komentar
Arsip
Topics
- Daya Tahan Tubuh
- Mata
- Stamina
- Vitamin
- Radikal Bebas
- Antioksidan
- Susu Jahe
- Jahe
- Peredaran Darah
- Khusus Dewasa
- Asam Urat
- Batuk Pilek
- Flu
- Anak Anak
- Kunyit Asam
- Bilberry
- Empon Empon
- Maag
- Diet
- Autoimun
- Kolesterol
- Masuk Angin
- Asam Lambung
- Sariawan
- Keputihan
- Jerawat
- Pegal dan Linu
- Panas Dalam
- Darah Tinggi
- Haid
- Kanker
- Insomnia
- Demam Berdarah
- Ibu Menyusui
- Hormon Testosteron
- Disfungsi Ereksi
- Disfungsi Seksual
- Hormon Wanita
- Sakit Perut
- Perut Kembung
- Olahraga
- Ambeien
- Wasir
- Kesehatan Pria
- Nafsu Makan
- Gangguan Lambung
- Kesehatan
- Liver
- Hati
- Hepatitis
- Batuk
- Badan Lemas
- Kesehatan Tulang
- Kesehatan Kulit
- Otak
- Jantung
- Otot
- Promil
- PMS
- Reward Point
- Lemak
- Gula Darah
- Kulit Gatal
- Sakit Pinggang
- Berat Badan
- Kesehatan Pencernaan
- Encok
- Sakit Sendi
- Ibu Hamil
- Bayi
- Bersalin
- Menghangatkan Badan
- Mual
- Tenggorokan
- Pernafasan
- Buang Air Kecil
- Keringat Dingin
- Sakit Kepala
- Demam Salesma
- Badan Meriang
- Buang Air Besar
- Stress
- Gelisah
- Kesehatan Wanita
- Diabetes
- Vertigo
- Kencing Manis
- Demam
- Muntah
- Metabolisme
- PCOS
- Bau Badan
- DOMS
- Sendawa
- Collagen

Masuk