Telat Mens: Penyebab dan Solusi Siklus Haid Kembali Normal
Mengetahui telat mens: penyebab dan solusi secara menyeluruh bisa menjadi langkah awal untuk menenangkan pikiran dari berbagai kekhawatiran sekaligus membantu Anda menentukan tindakan yang tepat.
Seperti yang diketahui, siklus menstruasi adalah indikator penting kesehatan reproduksi wanita. Karenanya, ketika "tamu bulanan" ini tak kunjung datang, rasa cemas sering kali muncul. Apakah ini tanda kehamilan atau ada masalah kesehatan lain?
Mari simak berbagai faktor yang menjadi penyebabnya dan berbagai solusi praktisnya di sini!
Memahami Siklus Normal: Kapan Haid Dikatakan Terlambat?

Siklus menstruasi normal berkisar antara 21 hingga 35 hari. Jika haid Anda belum datang, bahkan setelah 35 hari periode terakhir, ini bisa dikategorikan sebagai terlambat.
Berapa batas telat haid yang wajar? Keterlambatan yang hanya berselang 3-5 hari masih bisa dianggap variasi normal.[1] Namun jika keterlambatan sudah terhitung berminggu-minggu, bahkan berlanjut hingga 3 bulan berturut-turut, maka pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Penyebab Telat Datang Bulan Selain Faktor Kehamilan

Sering kali, pikiran pertama saat telat haid adalah kehamilan. Padahal, ada banyak faktor lain yang mempengaruhinya:
Faktor Gaya Hidup: Stres, Fisik, dan Aktivitas
Sering kali, tubuh menunda menstruasi sebagai respons perlindungan terhadap tekanan fisik atau mental:
-
Kelelahan Fisik: Tubuh menjadi terlalu lelah sehingga fungsi yang mengatur siklus menstruasi ikut terpinggirkan.
-
Stres dan Kurang Tidur: Mendorong dominasi hormon stres, sehingga produksi estrogen melemah dan siklus tersendat.
-
Perubahan Berat Badan yang Ektrem: Fluktuasi lemak yang drastis membuat pabrik hormon kacau.[2]
-
Konsumsi Obat-obatan: Penggunaan obat tertentu (seperti pil KB, steroid, atau antidepresan) dapat mengintervensi keseimbangan hormon alami tubuh.
Faktor Medis dan Biologis: Kondisi Kesehatan dan Usia
-
Kondisi Medis: Tubuh mengidap PCOS yang menghambat pematangan sel telur, atau kondisi lain seperti masalah kelenjar tiroid mengacaukan metabolisme hormon.
-
Faktor Usia: Penyebab telat haid pada remaja adalah hormon masih belum sepenuhnya stabil sehingga siklus masih mudah berubah. Sementara itu, pada usia lebih matang, penurunan estrogen menyebabkan haid terlambat atau tidak teratur.
Dampak Stres dan Kelelahan Fisik Terhadap Siklus Menstruasi

Dari faktor gaya hidup, stres dan kelelahan adalah dua hal yang paling sering dialami sehari-hari. Berikut cara keduanya mempengaruhi tubuh Anda:
Stres
Saat stres, tubuh memproduksi hormon Kortisol yang bertindak seperti "sinyal pengganggu" yang mengacaukan kerja Hipotalamus, bagian otak yang bertugas sebagai pengatur jadwal haid.
Karena gangguan ini, komunikasi otak ke indung telur terputus. Akibatnya, indung telur tidak menerima perintah untuk melepaskan hormon pemicu haid (estrogen dan progesteron). Hasilnya, haid datang terlambat, darahnya sedikit, atau berhenti sama sekali.
Jangan sepelekan, data menunjukkan wanita yang sedang stres 3 kali lipat berpotensi lebih besar mengalami siklus haid yang tidak teratur.[3] Jika sudah terlanjur, ciri-ciri telat haid karena stres yang bisa Anda kenali adalah perubahan emosi dan kulit beristirahat dengan nyenyak.
Kelelahan Fisik
Tubuh tidak punya banyak “daya” untuk bekerja. Secara otomatis, tubuh masuk ke "mode bertahan hidup" yang membuatnya memfokuskan energi hanya untuk organ vital (jantung dan otak), sementara fungsi reproduksi dianggap tidak mendesak dan dinonaktifkan sementara.
Hasilnya? Segala aktivitas yang mendukung terjadi menstruasi melambat atau bahkan terhenti.
Mengenal Gangguan Hormon yang Menjadi Pemicu Haid Tidak Teratur

Selain faktor gaya hidup, ada gangguan hormon yang bisa membuat Anda mengalami keterlambatan haid, umumnya:
-
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Tubuh Anda memproduksi hormon androgen (pria) berlebih yang menyebabkan kista di ovarium. Kondisi ini sangat umum di Indonesia dengan angka kasus mencapai 47%, yang artinya hampir satu dari dua wanita usia subur hidup dengan kondisi ini.[4]
-
Gangguan Tiroid: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dapat mempercepat atau memperlambat metabolisme, yang berdampak langsung pada siklus haid. Diperkirakan sekitar 10% penduduk Indonesia mengalami gangguan ini.[5]
-
Hiperprolaktinemia: Tingginya hormon prolaktin dalam darah yang bisa menunda ovulasi. Berbeda dengan dua kondisi sebelumnya, gangguan ini tergolong cukup langka dan jarang terjadi pada masyarakat umum, dengan angka kasus kurang dari 1% populasi.[6]
Langkah-Langkah Awal yang Harus Anda Lakukan saat Mengalami Telat Mens

Jika Anda mengalami keterlambatan, jangan panik. Berikut adalah beberapa langkah dan cara mengatasi telat haid secara alami:
-
Perbaiki Gaya Hidup: Pastikan tidur cukup 7-8 jam sehari dan kelola stres dengan meditasi atau yoga.
-
Nutrisi Seimbang: Konsumsi makanan kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan. Hindari diet ketat yang menyiksa tubuh.
-
Pijat Perut: Cara mengatasi telat haid lainnya adalah dengan pijatan lembut pada perut untuk merangsang aliran darah ke rahim.
Dukung Kelancaran Haid dengan Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan

Agar siklus menstruasi kembali terjaga, pancing haid yang lebih lancar dengan minum Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan.
Kombinasi bahan kunyit, asam, kencur, jahe, delima, dan guarana bekerja sinergis membantu sirkulasi darah tetap optimal sekaligus menjaga keseimbangan hormon, sehingga haid datang lebih teratur dengan rasa tidak nyaman yang berkurang.
Itulah penyebab telat mens dan solusinya. Jangan biarkan masalah semakin berlarut-larut, segera atasi dengan Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan. Dapatkan produknya di toko dan apotek terdekat, atau online store sekarang juga!

Masuk