Apa Itu Dehidrasi? Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Sekitar 50-65% tubuh manusia terdiri dari cairan, bahkan jumlahnya lebih banyak di masa awal kehidupan.[1] Dehidrasi adalah kondisi yang terjadi jika cairan tubuh kurang dari yang seharusnya. Beberapa gejalanya termasuk sedikit pusing, sakit kepala di tengah hari, bibir kering hingga pecah-pecah, atau kulit tampak kusam.
Lalu sebenarnya apa yang sedang terjadi pada tubuh saat cairan mulai berkurang? Mari pahami bersama bagaimana dehidrasi bisa terjadi dan apa dampaknya bagi tubuh.
Apa Itu Dehidrasi?

Tubuh manusia yang sebagian besar terdiri dari air, sekali waktu bisa kekurangan cairan juga—dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan yang diperlukan.
Air sendiri menjalankan banyak fungsi biologis yang krusial, dari membantu sirkulasi nutrisi hingga menjaga suhu tubuh tetap stabil. Ketika jumlahnya berkurang, keseimbangan ini ikut terganggu.
Bahkan penurunan cairan sekitar 1-2% saja sudah dapat memengaruhi konsentrasi dan energi tubuh.[2] Tidak heran jika gejala dehidrasi pada tubuh sering muncul dalam bentuk kelelahan atau sulit fokus.
Otak manusia juga terdiri dari banyak air, sekitar 73–80%, sehingga sangat bergantung pada hidrasi yang cukup.[3] Dari penjelasan ini, Anda mulai dapat memahami kalau tubuh sangat sensitif terhadap kondisi kekurangan cairan, seberapa pun jumlahnya.
Dehidrasi dan Penyebabnya

Kehausan bukan satu-satunya yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Justru kondisi ini muncul akibat kebiasaan yang tidak Anda sadari.
Manusia perlu 2,7–3,7 liter cairan per hari dari makanan dan minuman[4]—jumlah tergantung pada aktivitas dan lingkungan tinggal. Jika itu gagal terpenuhi, kemungkinan besar tubuh akan kekurangan cairan.
Berikut adalah beberapa penyebab dehidrasi yang sering terjadi tapi luput dari perhatian:
-
Sering lupa minum air putih.
-
Beraktivitas ketika cuaca sedang panas-panasnya. Kondisi ini bisa menghilangkan 0,2-1 liter cairan per jam,[5]
-
Olahraga maupun aktivitas fisik yang intens mengakibatkan keringat lebih banyak keluar dan perlu segera digantikan dengan cairan.
-
Berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama turut mempercepat kehilangan cairan akibat udara yang kering. Hal ini sering tidak kita sadari.
-
Jika mengonsumsi kafein atau alkohol, Anda harus lebih banyak minum karena keduanya bersifat diuretik.
-
Demam atau diare memaksa tubuh kehilangan cairan dari proses metabolisme.
Cairan yang hilang harus segera mendapat gantinya. Jika ini gagal Anda penuhi, tanda-tanda dehidrasi akan muncul tidak lama setelahnya.
Kenali Gejala Berikut

Respons tubuh terhadap kondisi ini tidak langsung muncul ekstrem. Justru tanda-tandanya hadir secara bertahap, sehingga Anda bisa mengetahui apa yang sedang terjadi sebelum kondisi tubuh benar-benar memburuk akibat dehidrasi.
-
Bibir kering yang biasanya diikuti dengan warna urine yang lebih pekat adalah gejala di tahap awal.
-
Warna urine sendiri bisa menjadi indikator praktis tingkat hidrasi. Idealnya, urine berwarna kuning pucat.[6] Namun, jika berwarna lebih gelap dan cenderung pekat, tubuh sedang butuh cairan segera.
-
Apabila tahap ringan tidak mendapat perhatian, gejala meningkat jadi sakit kepala, mudah lelah, atau pusing.
-
Pada kondisi lanjut, kulit bisa kehilangan elastisitas dan konsentrasi menurun. Bahkan kehilangan sekitar 4% cairan tubuh saja dapat menurunkan daya tahan fisik hingga 10–20%.[7]
Apa yang Terjadi jika Tubuh Dehidrasi?

Dampak dehidrasi bagi kesehatan memang tidak langsung terasa dramatis. Biasanya berawal dari penurunan energi karena proses metabolisme tidak optimal, sehingga mudah lelah.
Otak turut terdampak karena kehilangan 1-2% cairan tubuh bisa membuat mudah marah, hilang fokus, bahkan penurunan performa mental, mengingat otak sebagian besar terdiri dari air.[8]
Tidak berhenti di situ, kulit turut merasakan efeknya. Sekitar 64% dari komposisi kulit adalah air.[1] Apabila jumlahnya berkurang banyak dan tidak segera dapat diganti, kulit jadi mudah kering dan elastisitas cepat menurun.
Pernah merasa tubuh cepat lelah padahal aktivitas biasa saja? Bisa jadi tubuh sedang bekerja lebih keras akibat dehidrasi ringan.
Cara Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Lalu, bagaimana cara mengatasi dehidrasi dengan cepat ketika mulai muncul tanda tubuh kekurangan cairan? Cara paling sederhana adalah memastikan tubuh mendapat cukup cairan setiap hari.
Selain memenuhi kebutuhan air harian dan konsumsi buah seperti semangka dan jeruk yang kandungan airnya tinggi, pastikan keseimbangan elektrolit tubuh terjaga agar dapat membantu tubuh kembali stabil.
Selain itu, tubuh juga memerlukan vitamin dan antioksidan untuk menjaga daya tahan saat cairan berkurang. Vitamin C, misalnya, membantu melindungi sel dari kondisi stres oksidatif.
Lengkapi kebutuhan tersebut secara praktis dengan Sido Muncul C+Collagen. Selain tinggi vitamin C, ada fish collagen tripeptide yang bantu melengkapi nutrisi harian serta mendukung kesehatan kulit. Cukup larutkan 1 sachet dalam 200 ml air dingin dan nikmati rasa Strawberry Lemonade yang segar.
Baca Juga: Ingin Kulit Lebih Sehat? Ini Daftar Buah yang Membantu Produksi Collagen Tubuh
Saatnya Jaga Tubuh Terhidrasi setiap Hari

Energi, fokus, dan kesehatan kulit hanya merupakan sedikit dari banyak hal yang tubuh lakukan dan sangat bergantung pada cairan. Oleh karena itu, pastikan hidrasi dan nutrisi yang dibutuhkan selalu terpenuhi agar kerjanya selalu optimal setiap hari.
Ingat, dehidrasi adalah kondisi yang sering dianggap sepele, tapi dampaknya tidak main-main. Bantu tubuh tetap prima dengan Sido Muncul C+Collagen sekarang juga.
Share this post
Related Posts
Manfaat Sido Muncul Vitamin E 300 IU, Tak Hanya untuk Kulit
Rahasia Kulit Sehat: 10 Cara Menjaga Kesehatan Kulit
Komentar
Topics
- Daya Tahan Tubuh
- Mata
- Stamina
- Vitamin
- Radikal Bebas
- Antioksidan
- Susu Jahe
- Jahe
- Peredaran Darah
- Khusus Dewasa
- Asam Urat
- Batuk Pilek
- Flu
- Anak Anak
- Kunyit Asam
- Bilberry
- Empon Empon
- Maag
- Diet
- Autoimun
- Kolesterol
- Masuk Angin
- Asam Lambung
- Sariawan
- Keputihan
- Jerawat
- Pegal dan Linu
- Panas Dalam
- Darah Tinggi
- Haid
- Kanker
- Insomnia
- Demam Berdarah
- Ibu Menyusui
- Hormon Testosteron
- Disfungsi Ereksi
- Disfungsi Seksual
- Hormon Wanita
- Sakit Perut
- Perut Kembung
- Olahraga
- Ambeien
- Wasir
- Kesehatan Pria
- Nafsu Makan
- Gangguan Lambung
- Kesehatan
- Liver
- Hati
- Hepatitis
- Batuk
- Badan Lemas
- Kesehatan Tulang
- Kesehatan Kulit
- Otak
- Jantung
- Otot
- Promil
- PMS
- Reward Point
- Lemak
- Gula Darah
- Kulit Gatal
- Sakit Pinggang
- Berat Badan
- Kesehatan Pencernaan
- Encok
- Sakit Sendi
- Ibu Hamil
- Bayi
- Bersalin
- Menghangatkan Badan
- Mual
- Tenggorokan
- Pernafasan
- Buang Air Kecil
- Keringat Dingin
- Sakit Kepala
- Demam Salesma
- Badan Meriang
- Buang Air Besar
- Stress
- Gelisah
- Kesehatan Wanita
- Diabetes
- Vertigo
- Kencing Manis
- Demam
- Muntah
- Metabolisme
- PCOS
- Bau Badan
- DOMS
- Sendawa
- Collagen

Masuk