Jenis-jenis Makanan yang Memicu Penyakit Diabetes

01 Aug

Sido Muncul Store

Jenis-jenis Makanan yang Memicu Penyakit Diabetes

 

Ada banyak jenis makanan yang lezat nan menggoda, beberapa diantaranya sering kita konsumsi tanpa kita sadari bahwa makanan tersebut ternyata berisiko memicu diabetes. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, faktor pemicu diabetes salah satunya adalah makanan yang mengandung lemak jenuh dan gula yang tinggi. Untuk lebih jelasnya berikut ini kami informasikan jenis-jenis makanan yang dapat memicu penyakit diabetes.

  • Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

Makanan berlemak jenuh tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang bisa menyebabkan plak menumpuk di dinding arteri. Apalagi penderita diabetes rentan terkena penyakit jantung. Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi antara lain adalah daging sapi, udang, mentega, keju, produk yang terbuat dari susu, dan sebagainya.

  • Makanan yang Mengandung Gula Tinggi

Rasanya yang manis membuat siapa pun suka mencicipinya. Namun jika mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gula bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat. Hal tersebut tentu saja memicu munculnya diabetes. Beberapa jenis makanan yang tinggi kandungan gula adalah cokelat susu, es krim, kue-kue manis, dan sejenisnya.

  • Beberapa Jenis Sayuran dan Buah-buahan

Seperti yang kita tahu sayuran dan buah-buahan mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun perlu kamu ketahui, untuk penderita diabetes ada beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sebaiknya batasi asupan jenis buah-buahan seperti kurma, mangga, dan stroberi karena buah-buahan tersebut banyak mengandung gula yang bisa menyebabkan gula darah semakin tinggi.

Sedangkan untuk jenis sayuran sebaiknya batasi mengonsumsi kentang dan labu atau jenis sayuran lainnya yang memiliki kandungan pati. Lebih baik konsumsi sayuran yang mengandung banyak zat tepung, seperti wortel, kacang, dan sejenisnya.

Penderita diabetes boleh mengonsumsi buah-buahan yang mengandung serat tinggi, seperti apel, pir, dan lain-lain. Namun sebaiknya dimakan secara utuh. Cara ini lebih aman dan membantu meringankan gejala diabetes.

  • Makanan Gorengan

Yang dimaksud dengan makanan gorengan adalah makanan yang diproses dengan cara digoreng menggunakan minyak terhidrogenasi. Cara memasak tersebut cenderung menyebabkan kandungan lemak jenuh pada makanan meningkat sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak akan meningkatkan kadar kolesterol. Jika kamu atau anggota keluarga kamu menyukai jenis makanan yang digoreng, sebaiknya gunakan minyak zaitun atau canola. Lebih baik lagi jika memasak makanan dengan cara dipanggang atau dikukus.

  • Minuman Beralkohol

Minuman yang beralkohol memicu kadar gula darah meningkat. Bagi penderita diabetes, jika meminum minuman beralkohol dapat menyebabkan masalah serius. Jika diminum dalam kondisi perut kosong bisa mengakibatkan hipoglikemia dan rusaknya fungsi hati karena tubuh kesulitan mengontrol kadar glukosa.

Intinya, solusi untuk membantu meringankan gejala diabetes adalah dengan membiasakan hidup sehat, rajin olahraga dan menghindari atau mengurangi mengkonsumsi jenis-jenis makanan dan minuman yang dapat memicu diabetes seperti yang sudah dibahas.

SM-Diabe untuk Pencegahan dan Meringankan Gejala Diabetes

Jika kamu merasakan gejala diabetes, minumlah jamu SM-Diabe untuk pencegahan diabetes. Jamu ini sangat membantu meringankan gejala diabetes. SM-Diabe adalah salah satu produk Sido Muncul. Sama dengan produk keluaran Sido Muncul lainnya, bahan-bahan yang digunakan jamu herbal ini terbuat dari bahan alami yang aman dikonsumsi.

Jamu ini mampu mengurangi penyerapan gula darah di dalam usus sehingga kadar gula darah yang tinggi dapat turun. Manfaat lainnya adalah dapat memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak karena kadar gula darah yang melonjak.

Keuntungan mengonsumsi jamu ini adalah dapat dikonsumsi berdampingan dengan pengobatan lainnya. Maka, produk ini aman dikonsumsi untuk orang yang memiliki penyakit komplikasi. SM-Diabe dikemas dalam botol yang terdapat 30 kapsul di setiap botolnya. Aturan minum: 3 x 1 kapsul sehari atau sesuai petunjuk dokter. Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.


Older Post Newer Post